Urgensi kalimat Syahadat
Minggu, 04 Desember 2011
, Posted by jacka santosa at 00.46
Untuk saudaraku, Semoga Allah selalu melimpahkan rahmat serta hidayahNya untuk kita semua selama kita masih berpegang teguh dalam tali Allah.
Untuk memperdalam pemahaman kita tentang arti pentingnya aqidah tauhid dalam kehidupan, alangkah baiknya kita mulai mengkaji, apa sih arti pentingnya serta apa manfaatnya dari syahadat ini.
Allah telah menciptakan alam semesta tidaklah tanpa tujuan dan tujuan utama yang harus kita sadari betul bahwa penciptaan ini semata-mata adalah agar kita beribadah kepadaNya kita sadar bahwa kita sebagai mahluk harus tunduk pada aturan-aturan khaliknya, dan bukankah Allah mengutus semua para rasul untuk menyeru kepada seluruh umat manusia untuk menegakkan tauhid ini.
Seperti dalam firmanNya yg artinya : "Tidaklah Kami mengutus seorang rasul sebelummu kecuali Kami wahyukan kepadanya bahwa tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi selain Aku, maka beribadahlah kepada-Ku" (QS Surat Al Anbiya')
Tauhid adalah perwujudan dari syahadat Laa ilaaha illallah dan Muhammad Rasulullah yang maknanya bahwa kita mengakui dengan yakin bahwa tidak ada yang berhak diibadahi kecuali Allah dan beribadah dengan syariat yang telah dibawa dan diajarkan oleh Muhammad Rasulullah. Syahadat inilah yang memasukkan seseorang kepada Islam, tauhid juga yang membedakan antara orang yang beriman dan orang yang musyrik. Tauhid inilah hakikat dari agama Islam.
Ada 4 hal urgensi dalam bersyahadat ini yaitu:
1. Pintu Masuk kedalam Islam
Dengan mengucap 2 kalimat syahadat ini seseorang akan dianggap sebagai muslim, kalimat inilah sebagai pembeda antara muslim dengan non muslim dan sebenarnya inilah awal dari penyerahan diri secara total dari seseorang kepada Allah beserta ketentuanNya serta ketundukan atas syariat-syariat yang telah diajarkan Rasulullah.
2. Intisari dari Islam
Bahwa dari seluruh ajaran islam, sebetulnya akan bermuara pada 2 kalimat tauhid ini, semua gerak kehidupan umat muslim haruslah "Laa ilaaha illallah dan Muhammad Rasulullah", Inilah kepasrahan total yang seharusnya dilakukan setiap muslim untuk tunduk dan patuh kepada Sang Khalik sebagai pemilik mahluk-mahluknya serta mengikuti semua perintahNya tanpa adanya penolakan ataupun pembangkangan.
Ingat Al-Qur'an yang kita yakini dalam Al Anbiyaa ayat : 25 diatas , menyatakan bahwa Allah telah berfirman : "Dan Kami tidak mengutus seorang rasul pun sebelum kamu, melainkan Kami wahyukan kepadanya: "Bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku".
Membaca ayat tersebut mungkinkah kita tidak mempercayainya ? Sehingga apabila kita 100% mempercayai seyogyanya dalam setiap detak jantung serta tarikan nafas kita harus selau ingat bahwa hanya Allah yang Maha Tunggal yang wajib kita sembah karena pasti Allah-lah yang mengatur mahluknya, yang telah memberi nafas kehidupan ini, memberi rizki serta memberi bermacam kenikmatan dalam hidup ini.
Oleh karenanya setelah menyadari semua itu marilah kita mencoba sedikit berfikir, lantas kehidupan seperti apa yang sesungguhnya benar dan bermanfaat bagi diri sendiri, bagi umat serta bagi alam ini, kalaulah kita mau berfikir jernih dalam ayat tersebut diterangkan bahwa pastilah semua rasul itu diberi wahyu untuk mengEsa-kan Allah beserta cara-caranya. Sedangkan kita yang mengaku umat Muhammad sudah seharusnyalah melihat bagaimana tata cara rasulullah beribadah dan bermuamalah, dan sebetulnya semuanya telah dicontohkan oleh utusan Allah yang terakhir yaitu Muhammad Rasulullah yang selalu berperilaku lembut, berbudi luhur, selalu berjalan dalam kebenaran serta rahmatan lil alamin, kalaulah tidak tersurat pastilah tersirat dalam tingkah lakunya, maka sudah sewajibnya kita yang mengaku umat islam berpegang teguh terhadap undang-undang yang telah diberlakukan pada kita semua sebagai konsekuensi pengakuan syahadat ini sehingga apabila dalam mengisi kehidupan di dunia ini ada seorang muslim mengingkari dari apa yang telah diikkrarkan maka akan sia-sialah hidup & ibadah kita serta ibadah-ibadah kita berikutnya.
3. Reformasi Diri
Sebagai kelanjutan konsekuensi kita setelah mengikrarkan diri dalam syahadat adalah bahwa kita harus merubah total perilaku yang tadinya belum islami untuk berhijrah menjalankan semua syariat-syariat islam telah ditetapkan tanpa memilih mana menguntungkan untuk diri sendiri atau memilih mana yang enak atau mana yang nggak enak. Saat kita mengucap syahadat, saat itu pula titik awal dari hidup kita memulai yang baru meninggalkan sesuatu yang buruk untuk berbuat yang baik. Niat yang benar-benar kuat untuk menuju kearah kebaikan tanpa menunggu-nunggu waktu yang tepat.
Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Telah jelas bagi kita bahwa harus ada itikad atau keinginan dari kita terlebih dulu untuk segera mereformasi atau mengubah diri kita sendiri disini kitalah yang harus aktif bukannya pasif menunggu perubahan yang Allah berikan.
Kalaupun kita bingung serta bimbang jalan seperti apa atau reformasi seperti apayang harus kita tempuh semuanya telah ada contohnya. Dan jalan yang dirintis serta ditempuh rasulullah adalah jalan terbaik yang telah diperintahkan oleh Allah dalam Al-Qur'an, tanpa beliau membantah dan menolaknya.
4. Hakikat dakwah Rasulullah
Selain hal-hal tersebut diatas yang harus kita ketahui bahwa kalimat dua syahadat merupakan dakwah sukses rasullullah saw selama 13 tahun masa kenabian beliau. Rasulullah telah mendidik para para sahabatnya tentang tauhid ini semenjak mereka kecil, sebagaimana perkataan beliau terhadap ibnu Abbas, "Apabila Engkau memohon maka mohonlah kepada Allah dan apabila engkau meminta pertolongan mintalah pertolongan kepada Allah ." ( HR. Tirmidzi ).
Rasul juga mengajarkan kepada para sahabat agar memulai dakwahnya dengan tauhid, beliau bersabda kepada Muadz bin Jabal yang diutus ke Yaman : "Jadikanlah awal yang kamu seru adalah syahadat Laa ilaaha illallah, pada riwayat yang lain agar mereka mentauhidkan Allah" ( Muttafaq Alaih)
Setelah dakwah tauhid ini berjalan dengan benar secara otomatis dakwah-dakwah yang lain akan mengalir dengan sendirinya tanpa kita bisa mencegahnya. Sekali kita mempercayainya dan sekali mendapatkan hidayah maka tiada satupun yang dapat mencegah atau mengubahnya.Kafir Qurays menawari Rasulullah dengan kekuasaan, harta, wanita dan materi dunia yang lain agar rasul meninggalkan dakwah Tauhid ini. Rasul menolak tawaran tersebut dan terus menggencarkan aktivitas dakwahnya walau menanggung beragam ujian dan cobaan. Hingga berlalu 13 tahun dan setelah itu mekah ditakhlukkan, dihancurkan berhala yang disembah oleh orang kafir Quraisy. Firman ALLAH yang artinya : "Telah datang kebenaran dan hancur kebatilan sesungguhnya kebatilan itu pasti akan hancur " (QS Al Isra').
Mudah-mudahan dengan kalimat tauhid ini kita memulai, mengisi dan mengakhiri kehidupan kita di dunia yang fana ini.
Currently have 0 komentar: